RAM DDR3, Bagaimana Performanya???

Minggu, 22 Maret 2009



Tipe RAM terbaru, DDR3, sudah mulai masuk ke pasar Indonesia. Lalu, apakah RAM DDR3 memang layak menggantikan eksistensi DDR2 yang sudah ada cukup lama? Mari kita buktikan! Alexander Prajonggo Haryo Jularso Terdengar agak asing memang jika Anda ditanya tentang RAM DDR3. Hal tersebut bisa dimaklumi karena meskipun DDR3 sudah banyak beredar di pasaran luar negeri, namun di dalam negeri jenis DDR3 ini termasuk baru. RAM DDR3 ini adalah penerus dari DDR2 yang sudah lama Anda kenal. RAM jenis ini mampu bekerja empat kali lebih cepat dari memory speed yang dimiliki oleh chipset DDR3 itu sendiri. Teknologinya berkembang dengan bus speed yang lebih cepat dan throughtput yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknologi sebelumnya (DDR2). Kelemahan dari DDR3 meskipun memiliki teknologi yang lebih bagus, namun Cas Latency dari RAM ini sangat tinggi. Paling kecil adalah 6.0, sangat berbeda dengan DDR2 yang Cas Latency paling kecilnya hanya 2.5. Standar dari DDR3 ini sendiri pada setiap chipset-nya memiliki kapasitas 512 MB sampai dengan 8 GB, di mana pada setiap modul mampu menampung hingga kapasitas 16 GB.


Sekilas DDR3

Salah satu kelebihan yang paling terlihat pada RAM DDR3 ini adalah konsumsi daya yang diperlukan berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800–1600 MHz. Pada clock 400–800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400–1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200–600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 ini sebenarnya su- dah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIM

M Memory DDR3-1600. Selain memiliki catudaya yang berbeda dengan DDR2, letak key notch pada keduanya berbeda namun sama-sama memiliki 240 pin. Module pada RAM DDR3 memiliki High precision calibration resistors dan Fly-by command/address/control bus with On- DIMM termination, di mana fi tur-fi tur yang dimiliki oleh DDR3 tidak terdapat pada generasi sebelumnya. Beberapa fi tur yang dimiliki oleh DDR3, antara lain: _ Asynchronous RESET pin. _ Dukungan terhadap system level fl ight time compensation.

_ On-DIMM Mirror friendly DRAM pin out.

_ CWL (CAS Write Latency) per speed bin.

_ On-die IO calibration engine.

_ READ and WRITE calibration.


Walaupun memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan DDR2, namun DDR3 juga masih tak lepas dari beberapa kekurangan. Beberapa kekurangan dan kelebihan, di antaranya:

Kelebihan:

_ Bandwidth lebih tinggi (sampai dengan 1600 MHz).

_ Peningkatan performa pada daya yang lebih kecil.

_ Pada laptop, baterai akan lebih tahan lama.

_ Enhanced low power features and thermal design.

Kekurangan:

_ Memiliki Cas Latency yang lebih tinggi.

_ Berharga lebih mahal untuk kapasitas yang sama dibandingkan RAM.



Persiapan Pengetesan

Pada kesempatan kali ini, kami mencoba menyajikan tes berdasarkan performa yang dimiliki oleh beberapa RAM, baik yang berjenis DDR2 maupun DDR3. Pada komparasi kali ini sengaja memilih RAM dengan kapasitas masing–masing 512 MB dan 1024 MB (1 GB), baik DDR2 maupun DDR3. Bus clock untuk masing-masing RAM adalah yang tertinggi di kelasnya. Untuk RAM DDR2 512 MB memiliki clock 266 MHz, DDR2 1024 MB (400 MHz), DDR3 512 MB (533 MHz), dan DDR3 1024 MB (533 MHz). Seluruh RAM kami uji dengan tipe single channel, meskipun mereka memiliki fungsi dual channel yang bisa digunakan. Platform sistem yang kami gunakan kali ini adalah Intel, di mana kami memakai peralatan standar test bed yang ada pada lab. PC Media. Processor INTEL yang kami gunakan adalah kelas top performance dari intel, yaitu Intel Core 2 Extreme QX6700. Kami memilih dua buah motherboard yang berbeda karena kedua jenis RAM tersebut memiliki tipe slot yang berlainan, meskipun sama-sama memiliki 240 pin. Kami memilih motherboard produk dari Gigabyte yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake bertipe Gigabyte GA-P35T-DQ6 untuk RAM DDR3 dan Gigabyte GA-P35-DQ6 untuk jenis RAM DDR2. Pada tes kali ini, kami menggunakan operating system yang sama, yaitu Windows XP Professional SP2 yang diinstalasi dengan menggunakan aplikasi third party Ghost 7 (bukan clean install), dimaksudkan supaya proses instalasi dan pengetesan lebih cepat. Seluruh driver motherboard kami update menggunakan driver paling baru.


Hardware Pendukung

Masih sama dengan tes-tes sebelumnya, tentunya dalam setiap pengujian kami memerlukan hardware pendukung supaya tes bisa berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Hardware pendukung yang kami gunakan, antara lain: Untuk platform system Intel ini, hardware yang kami gunakan adalah Intel Core 2 Extreme QX6700 dengan core clock 2.66GHz, socket yang digunakan adalah LGA775. Media penyim panan kami gunakan harddisk SATA WD Raptor WD740ADFD dengan kapasitas 74GB terbagi dalam 2 partisi. Optical drive juga masih menggunakan tipe yang sama yaitu ASUS Combo CB-5216A DVD-CDRW.


Aplikasi Pendukung

Selain hardware pendukung, tentunya dalam pengujian tidak akan berjalan dengan baik jika tidak dilengkapi dengan software-software benchmark untuk mengetahui skor dari barang uji tersebut. Game demo yang biasa digunakan untuk benchmark juga ikut kami sertakan juga. Berikut beberapa software dan game yang kami gunakan:


3DMark06

Salah satu aplikasi benchmarking dari Futuremark ini memang sudah diakui oleh khalayak internasional. 3DMark06 adalah aplikasi standar benchmarking performa dari sebuah GPU (Graphic Processing Unit), dengan pendekatan game-game ataupun aplikasi 3D. Selain digunakan oleh para gamer dan produsen GPU untuk melakukan test terhadap produk-produk mereka, tidak jarang user awam pun menggunakan aplikasi ini hanya untuk sekadar mengetahui seberapa besar GPU yang dia miliki. 3DMark06 sudah menggunakan advanced real-time 3D game work-loads untuk mengukur performa dari PC, dan GPU dengan menggunakan teknologi DirectX 9 3D graphic test, CPU test, dan fi tur-fi tur 3D test yang lain. Selain itu, pada aplikasi ini juga sudah memiliki tes fi tur HDR/SM3.0 graphic test, SM2.0 graphic test, AI dan physics, di mana pada versi sebelumnya (3DMark04) fi tur-fi tur tersebut belum ada.


PCMark05

Produk lain dari Futuremark adalah PCMark05 yang tentu sudah diakui secara international sebagai standar uji hampir untuk keseluruhan komponen PC. PCMark05 akan menguji performa dari PC Anda secara keseluruhan. Selain itu, dengan aplikasi ini Anda juga bisa mengetahui kekurangan dan kelemahan dari PC kesayangan Anda. Saat Anda ingin melakukan upgrade salah satu dari komponen PC Anda, aplikasi ini biasa digunakan sebagai acuan. PCMark05 akan menginformasikan seluruh komponen PC milik Anda secara lengkap dan akurat mana saja yang perlu di-upgrade. Skor yang diberikan dalam bentuk angka, semakin besar semakin bagus performa dari komponen PC tersebut. Perlu diketahui, skor yang dihasilkan dari aplikasi ini sudah mengacu pada hasil tester yang dipakai dalam kalangan industri komponen PC.


Super Pi

Super Pi biasanya digunakan oleh para overclocker untuk melakukan tes terhadap performa dan kestabilan dari komponen PC mereka. Dalam komunitas overclocking, ini adalah standar program untuk memperoleh hasil benchmark dari komponen yang mereka overclock yang kemudian akan di-compare dengan hasil yang diperoleh overclocker yang lain, untuk menunjukkan kemampuan overclocking yang dimilikinya. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengetes apakah komponen yang dites tersebut bekerja secara stabil atau tidak. Jika sebuah PC mampu mengalkulasi PI sampai angka 32 juta di belakang koma tanpa kesalahan, maka dipastikan komponen tersebut bekerja secara stabil. Dalam kasus ini, Super Pi digunakan untuk mengukur RAM dan CPU. Memang aplikasi ini bukanlah yang tercepat untuk mengalkulasi PI, namun aplikasi ini tetap sangat po puler di kalangan komunitas hardware dan overclocking.


EVEREST Ultimate Edition 2006

Aplikasi third party buatan Lavalyst ini memang dikenal sangat andal untuk melakukan system diagnostic dan benchmarking untuk para user enthusiast. Pada saat melakukan optimizing dan tweaking, aplikasi ini juga memberikan informasi mengenai overclocking, hardware monitoring, dan kemampuan diagnostic untuk memeriksa apa efek yang ditimbulkan pada setting yang ada pada PC Anda. CPU, FPU, dan memory benchmark disediakan pada aplikasi ini untuk mengukur seberapa tinggi performa PC Anda sekarang dibandingkan dengan system yang lain. Selain itu, software yang lengkap, informasi operating system, dan security menjadikan aplikasi ini sebuah system diagnostic tools yang sangat lengkap. Setidaknya akan tersedia sekitar 100 halaman mengenai informasi dalam PC Anda.


Quake 3

Game ini adalah berjenis FPS (First Person Shooter), di mana kami menggunakannya pada hampir seluruh tes benchmark di lab. PC Media, baik CPU, RAM, GPU, dan sebagainya sebelum ia digantikan dengan Quake 4 yang lebih memiliki fi tur-fi tur 3D yang canggih. Kami sengaja masih menggunakan Quake 3 sebagai salah satu bahan penguji. Hal ini karena belum ada game lain yang bisa menandinginya dalam melakukan test memory, di mana saudaranya yaitu Quake 4 lebih diperuntukkan sebagai bahan penguji CPU, GPU, dan motherboard. Beberapa software dan game tersebut cukup pantas untuk menjadi acuan atau pengukur kemampuan dari masing-masing jenis RAM. Selain karena kemampuan analisisnya sudah teruji di berbagai belahan dunia, juga karena beberapa software dan game demo tersebut kami gunakan sebagai alat penguji tetap (test bed) di lab. PC Media.


Klasifi kasi Tes

Masih sama dengan rangkaian tes sebelumnya, untuk kali ini pengetesan kami klasifikasikan menjadi beberapa bagian, antara lain:


Sintetic Test

Seperti biasa, untuk setiap tes hardware yang kami lakukan pasti tidak lepas dari sintetic test, tak terkecuali dengan komponen RAM. Pada test sintetic RAM kali ini, kami menggunakan dua aplikasi yaitu PCMark05 dan 3DMark06. Dari kedua aplikasi tersebut, Anda akan mengetahui seberapa besar performa yang diperoleh masing-masing RAM. Skor pengujian yang kami ambil dari kedua aplikasi tersebut adalah PCMark05 Memory dan 3DMark06 rating, sesuai dengan hardware yang kami uji.


Game Test

Salah satu yang penting saat Anda bermain game adalah kapasitas dan kecepatan dari RAM yang Anda miliki, selain spesifi kasi dari VGA card Anda tentunya. Untuk tes kali ini, kami sengaja mengambil game yang standar yang tidak terlalu menonjolkan kemampuan dan fi tur yang dimiliki oleh suatu video card card. Toh, yang kami tes kali ini adalah RAM bukannya video card. Kami menggunakan game Quake 3 yang juga kami gunakan sebagai standar pengujian RAM di lab. PC Media.


Other Test

Tes lain, selain beberapa tes di atas, kami juga menggunakan dua aplikasi. Yang pertama adalah Everest Ultimate Edition 2006 dan yang kedua adalah Super Pi. Everest kami gunakan untuk mendapatkan skor dari RAM yang berupa Memory Write, Memory Read, Memory Copy, dan Memory Latency, di mana keempat pengujian tersebut mampu mewakilkan performa dari masing-masing RAM yang kami uji. Sedangkan Super Pi digunakan untuk memperoleh hasil looping yang dihasilkan oleh masing-masing RAM. Semakin cepat sebuah RAM melakukan looping, maka akan semakin baik performa yang dihasilkan.


Kompatibilitas

Penilaian tambahan di luar ketiga tes tersebut adalah kompatibilitas. Penilaian ini sengaja kami sertakan di sini disebabkan karena banyaknya RAM di pasaran yang kurang memiliki kompatibilitas terhadap satu motherboard tertentu. Pengalaman yang kami dapatkan di lab. PC Media membuktikan bahwa beberapa RAM tertentu tidak bisa digunakan pada motherboard tertentu juga. Tes ini akan menjadikan nilai tambahan bagi beberapa RAM yang akan kami uji tersebut.


The Result

Seperti biasa, kami menyajikan hasil pengujian dalam bentuk grafi k, sama seperti dalam rubrik “Hardware Test”. Dari beberapa pengujian yang kami lakukan, diperoleh hasil sebagai berikut:


Sintetic Test

Benchmark sintetic yang kami lakukan pada tes kali ini menggunakan hasil dari PC Mark05 Memory dan 3DMark06 Rating. Pada tes PCMark05 Memory didapatkan hasil yang sudah kami duga sebelumnya. Performa atau nilai yang dihasilkan oleh RAM DDR3 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan RAM DDR2 baik untuk kapasitas 512 MB ataupun 1 GB. kenaikan berkisar antara 5-10%. Hal yang wajar, karena memang clock yang dimiliki oleh DDR3 juga lebih tinggi dari DDR2. Berbeda ketika kami melakukan tes 3DMark06. Kami cukup dikejutkan dengan skor yang dicapai, baik DDR3 ataupun DDR2. Masing-masing menghasilkan skor performa yang nyaris sama atau dengan kata lain sangat berdekatan. Ini menandakan bahwa sebenarnya performa dari 3D graphic pada PC Anda tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh besar atau kecilnya kapasitas RAM yang terpasang pada PC Anda, namun lebih di sektor CPU dan GPU. Pun, kapasitas RAM juga sedikit berpengaruh, namun tidak terlalu signifi kan hasilnya. Hal ini bisa dibuktikan dari hasil 3DMark06 Rating yang bisa Anda lihat pada Tabel 1.


Game Test

Tes game kali ini sengaja kami lakukan, selain untuk melengkapi benchmark yang kami lakukan terhadap RAM juga dikarenakan tes ini menjadi salah satu standar tes benchmark RAM di lab. PC Media. Hasil yang diperoleh pada pengetesan Quake 3 tidak terlalu mengejutkan, di mana memang sebenarnya seperti kami singgung sebelumnya—performa game 3D tidak terlalu dipengaruhi oleh kapasitas RAM yang dimiliki dalam suatu sistem. Kecuali tentunya jika pada system requirement game tersebut mewajibkan Anda memiliki kapasitas RAM tertentu untuk bisa menjalankan game tersebut. Contohnya Windows Vista yang mengharuskan Anda memiliki RAM minimal 512 MB dan yang dianjurkan adalah 1 GB untuk bisa menjalankan operating system ini dengan baik. Kembali ke hasil tes benchmark game. Kali ini skor yang diperoleh untuk kedua jenis RAM, baik DDR2 maupun DDR3 memiliki nilai yang hampir sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa pernyataan kami di atas cukup bisa dipertanggungjawabkan. Kami sengaja tidak mencoba melakukan tes dengan menggunakan game yang mengharuskan spesifi kasi tinggi. Hal ini disebabkan karena keterbatasan resource dan waktu yang kami miliki. Untuk ke depannya, kami akan melakukan tes lebih mendalam lagi. Untuk lebih jelas mengenai hasil benchmark Quake 3, Anda bisa melihatnya pada Tabel 2.


Other Test

Tes lain yang kami lakukan termasuk yang paling penting dalam benchmark RAM kali ini. Salah satunya adalah benchmark menggunakan Everest Ultimate 2006. Pada tes tersebut akan didapatkan hasil Memory Read, Memory Write, Memory Copy, dan Memory Latency. Terlihat jelas pada hasil yang didapatkan bahwa RAM DDR3 memang memiliki performa lebih bagus dibandingkan DDR2 baik untuk kapasitas 512 MB maupun 1 GB. Seluruh hasil Memory Read, Memory Write, dan Memory Copy semuanya menunjuk RAM DDR3 sebagai pemenang. Namun, di balik itu ada yang dikorbankan dari DDR3. RAM DDR3 ini memiliki Cas Latency yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan RAM DDR2, di mana Cas Latency ini mempengaruhi kecepatan baca (delay) antar-row sehingga akan memperlambat proses read dan write pada memory tersebut. Dibandingkan dengan RAM DDR2, DDR3 memiliki Cas Latency sebesar 8.0 (tertinggi), sedangkan DDR2 memiliki Cas Latency hanya sebesar 5.0 (tertinggi). Untuk table hasil pengujian, sengaja kami pisahkan karena memiliki satuan yang berbeda. Untuk hasil Everest Ultimate Memory Read, Memory Write, dan Memory Copy bias Anda lihat di Tabel 3, sedangkan Memory Latency pada Tabel 4. Tes berikutnya adalah Super Pi. Se perti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, mengenai defi nisi aplikasi yang satu ini, di sini kami akan menguji pengalkulasian Pi dengan looping sebesar 2 MB yang dilakukan sampai dengan 20 iteration. Hasil yang dinilai adalah kecepatan sebuah RAM dalam melakukan looping. Dari tabel yang bisa Anda lihat dalam Tabel 5 terlihat tidak ada perbedaan waktu yang signifi kan antara kedua jenis RAM, baik DDR2 maupun DDR3. Hal ini dikarenakan dalam tes tersebut processor yang digunakan masih sama. Karena waktu yang dibutuhkan untuk melakukan looping juga dipengaruhi oleh CPU. Hasil akan berbeda jika CPU yang digunakan untuk melakukan test juga dibedakan antara DDR2 dan DDR3.


Kompatibilitas

Kompatibilitas pada semua jenis RAM kami uji tidak memiliki kendala apapun. Kami sudah mencoba pada beberapa motherboard berbeda. Namun seluruh RAM tersebut, baik DDR2 maupun DDR3 memiliki kompatibilitas yang tinggi. Seluruh RAM bias digunakan dengan baik dan mampu melewati uji tes dengan baik pula, meskipun khusus untuk RAM DDR3 data SPD tidak bisa terbaca pada aplikasi Everest Ultimate. Namun, hal ini terpecahkan dengan aplikasi CPUZ 1.40 yang bisa membaca SPD dari RAM DDR3 secara baik.


Kesimpulan

Dari beberapa tes benchmark yang sudah kami klasifikasikan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa performa dari RAM DDR3 memang meningkat dan jauh lebih baik dibanding dengan RAM DDR2. Tentu saja ini dikarenakan teknologi yang ada pada DDR2 sudah lebih disempurnakan pada DDR3 dan juga ada beberapa teknologi baru yang ditambahkan. Dari sisi catudaya yang diperlukan juga berkurang dibandingkan dengan DDR2. Jika DDR2 memerlukan daya 1.8v untuk bisa bekerja, DDR3 hanya memerlukan daya 1.5v. Sangat menguntungkan untuk Anda yang menggunakan laptop yang catudaya utamanya dari baterai. Namun memang benar kata pepatah, “tak ada gading yang tak retak”. Pada DDR3 meskipun memiliki performa yang luar biasa, Memory Latency atau Cas Latency yang dimilikinya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan DDR2, di mana Cas Latency ini yang menjadikan sebuah RAM memiliki performa yang kurang atau setidaknya mengurangi performa secara keseluruhan. Kekurangan yang lain adalah perbandingan harga yang cukup mencolok antara DDR3 dan DDR2. Hal ini dikarenakan selain teknologi yang dimilikinya tergolong baru juga karena populasinya di pasaran masih sangat sedikit. Dan juga motherboard yang mendukung RAM jenis DDR3 masih sedikit di pasaran, praktis hanya pabrikan besar saja yang sudah mendukung RAM jenis ini. Sebagai perbandingan harga, untuk RAM DDR2 dual pack yang berisi dua keeping RAM berkapasitas masing-masing 1 GB berharga sekitar US$190, sedangkan RAM DDR3 de ngan komposisi dual pack yang juga berisi dua keping RAM berkapasitas masing-masing 1 GB dijual dengan harga kisaran US$490. Kedua jenis RAM tersebut berasal dari merk yang sama. Terlihat perbedaan harga yang cukup mencolok antara kedua jenis RAM tersebut, hampir tiga kali lipatnya. Saran kami bagi Anda yang ingin “buruburu” menikmati kecepatan dari RAM DDR3. Yang paling utama adalah Anda harus menyiapkan bujet lebih, karena Anda tidak bisa meng-upgrade RAM DDR2 Anda menggunakan motherboard lama dengan RAM DDR3. Karena meskipun memiliki jumlah pin yang sama, panjang yang sama namun notch antara kedua RAM tersebut berbeda. Sehingga otomatis Anda juga harus meng- upgrade motherboard Anda yang tentunya mendukung RAM DDR3. Sangat bijak jika Anda membelanjakan bujet Anda untuk menambah RAM DDR2 yang Anda punyai. Dengan perbedaan hampir tiga kali lipat, tentunya Anda akan memperoleh kapasitas RAM DDR2 yang jauh lebih besar. Asumsinya jika Anda memiliki RAM DDR2 sebesar 1 GB, Anda bisa menambah RAM tersebut menjadi 3 GB daripada Anda harus membuang bujet Anda untuk membeli RAM DDR3 dan tentunya sebuah motherboard baru. Namun semuanya kembali lagi kepada Anda. Anda yang memiliki bujet, Anda yang memiliki kepentingan, dan Anda pula yang harus memutuskan. Inikah saatnya Anda berpindah dari DDR2 ke DDR3? Selamat mencoba!_

0 komentar: