Duh, Penjahat Cyber Dapat Uang dari Google?

Senin, 25 Mei 2009



Jaman dulu, orang hanya perlu menghindari situs Web jahat atau mencurigakan untuk menjaga agar komputer tidak terinfeksi dan informasi tidak dicuri. Namun kini, malware tidak lagi eksklusif menuju situs-situs jahat. Situs-situs resmi pun dapat dengan mudah terinfeksi dan meneruskan ancaman kepada pengunjung situs yang tidak menyadarinya.

Seperti kasus yang baru-baru ini terjadi. Symantec Security Response mengamati situs-situs web terinfeksi yang menyusupi komputer pengunjung situs dan menjadikannya bagian dari botnet (kumpulan komputer yang telah diambil alih oleh penjahat cyber).

Botnet tersebut akan memanipulasi hasil pencarian Google, menginjeksi iklan-iklan dan link-link tanpa diketahui oleh pengguna yang terinfeksi. Nah, malware tersebut seperti telah mengalirkan dolar dari Google dengan cara menginjeksikan iklan-iklan dan link-link untuk pencarian tertentu. Pada akhirnya, pengguna yang terinfeksi akan menerima link pengganti yang mengarah ke situs web jahat dan palsu dalam pencarian di Google.

Pada tahun 2008, Symantec mengamati serangan Web dari 808.000 URL unik. Dari banyak URL tersebut, banyak di antaranya yang merupakan situs web yang umum diakses, seperti: situs berita, travel, ritel online, game, real estat, pemerintah dan sebagainya. "Jadi, keyakinan umum bahwa kita akan aman bila hanya mengunjungi situs-situs yang baik tidak berlaku lagi," kata Ronnie Ng (Manager, System Engineering, Indonesia, Symantec).

Lalu, bagaimana agar keamanan komputer selalu terjaga. Symantec memberikan beberapa tips seperti berikut ini:

Pertama. Menjaga agar software keamanan selalu up-to-date. Software yang dimaksud di sini meliputi sistem operasi (misal: Windows), aplikasi, web browser dan software plug-in. Untuk lebih praktisnya dan bila memungkinkan, pengguna sebaiknya mengaktifkan update software otomatis, sehingga ketika update terbaru dirilis, akan otomatis diunduh atau diinstall ke dalam komputer.

Tips yang kedua: Selalu berhati-hati. Merujuk sifat ancaman saat ini, konsumen memerlukan peringatan sebelum mengunjungi sebuah situs yang terinfeksi. Fakta membuktikan, hampir 60% dari situs tidak aman diidentifikasi oleh Norton Safe Web.

Dari hasil penelitian diketahui situs tersebut memiliki ancaman yang dapat menginfeksi PC tanpa pengguna perlu mengunduh atau menginstal file. Untuk amannya, dapat mencoba Norton versi 3 yang kini meliputi Norton Safe Web, yang mampu memberikan perlindungan online bagi Anda, baik ketika browsing atau melakukan pencarian.

0 komentar: